Pelaku Penipuan Penggandaan Uang Diringkus Polisi

Bojonegoro,Globaljatim.com – Kapolres Bojonegoro menggelar konfrensi pers kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang berlangsung (8/10/19) siang.

pelaku berinisial JNE umur 51 tahun alamatnya Moropelang Babat Lamongan dan Tempat Kejadian Perkara (TKP ) di Desa Bendo kapas, Bojonegoro dan ada beberapa orang korban di sekitar wilayah Bojonegoro dengan modus penipuan dengan penggandaan uang ini dilakukan oleh pelaku sejak tahun 2017.

Kepada awak media Kapolres Bojonegoro menyampaikan , modus pelaku dengan mengiming-imingi para korban bahwa yang bersangkutan bisa menggandakan uang, dan pelaku juga menyampaikan kepada para korban bahwa apabila korban bisa memberikan paket uang sebanyak 100 juta maka dalam waktu 41 hari uangnya akan menjadi 600 juta.

Menurut Kapolres, awalnya korban bertemu dengan temannya Kemudian pada saat cerita menyampaikan bahwa butuh uang, ada seseorang yang informasinya dapat menggandakan uang kemudian mereka bersama-sama ke tempat pelaku, oleh pelaku disampaikan bahwa ada syarat-syaratnya beberapa hal terkait dengan paket yang harus disampaikan, apabila paket diserahkan dalam tempo 41 hari nanti akan bertambah uangnya, inilah yang akhirnya membuat para korban tertarik sehingga para korban menyerahkan uang yang totalnya yang sudah diterima pelaku kurang lebih 800 juta, sampai pada waktunya ternyata pelaku tidak bisa menyerahkan uang yang sudah dijanjikan dan pelaku selalu mengukur ulur waktu dengan berbagai alasan, karena pelaku merasa tidak dapat memberikan uang dan merasa terdesak akhirnya pelaku memberikan uang mainan kepada korban yang dibungkus di dalam plastik kemudian pelaku menyampaikan kepada korban untuk dibuka setelah sampai di rumah

setelah sampai di rumah korban ternyata setelah dubuka isinya uang mainan nominalnya sekitar 510 juta, karena Merasa tertipu korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi, menurut pengakuan pelaku
Uang mainan didapat dari seorang berinisial MD yang sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas

pelaku dijerat pasal berlapis disamping pasal penipuan dan pasal penggandaan uang, atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 372 dan pasal 36 ayat 3 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara”tegas Kapolres .

Kapolres menghimbau kepada masyarakat, saat ini marak terjadi penipuan dengan modus penggandaan uang, agar masyarakat bisa lebih cerdas bisa lebih saling mengingatkan apabila ada hal-hal seperti ini
lebih baik diskusikan dengan keluarga atau mungkin pihak perangkat Desa
Supaya tidak menjadi korban peniuan dan penggandaan uang ( ex/red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*